![]() |
| Ibu memeluk anak |
Seorang manusia adalah tempatnya salah, namun benar-benar pikirkan ribuan
bahkan jutaan kali sebelum membuat Ibu sakit hati atau melukai
perasaannya. Ibu, ibu, ibu, Ayah, sepenting dan setinggi itu posisi
seseorang yang telah melahirkan dan membesarkan kita dalam hidup ini.
Jagalah hatinya, karena di akhir hari, hanya Ibumu yang akan berdiri di
garda paling depan untuk melindungimu, dan memberikan semua yang ia
miliki, hanya untukmu.
Kekasihmu? Temanmu? Belum tentu akan melakukan hal yang sama. Bahkan
nyawa yang Ibu milikihanya satu, akan diberikannya padamu jika ia bisa.
Kasih Ibu tak akan terputus sepanjang masa, dalam kondisi terburuk
sekalipun. Salah satu bukti bahwa cinta Ibu tak ada tandingannya, adalah
saat kapal yang bertolak dari Gilimanuk ke Ketapang tenggelam.
Tim SAR mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari korban-korban,
hingga ke dasar lautan. Betapa mengejutkan, mereka menemukan jasad
seorang perempuan yang tengah memeluk anaknya. Ibu dan anak ini menjadi
korban saat kapal karam, dan tak bisa menyelamatkan diri.
Bisa dibayangkan bagaimana situasi saat kapal mulai tenggelam.
Mau lari ke mana? Hanya ada hamparan laut dan kemungkinan besar,
pelampung yang disediakan tidak cukup untuk semua penumpang. Yang bisa
Ibu lakukan hanya berserah diri pada Tuhan, dan menjaga anaknya
sekuatnya.
Hingga akhirnya kapal karam, Ibu tidak melepas pelukannya pada
buah hatinya. Ia berusaha untuk berenang tapi tak mampu menghalau
riak-riak ombak selat Bali yang besar. Ibu mati-matian berusaha
menyelamatkan anak yang begitu dicintainya, namun Tuhan menakdirkan
berbeda. Mereka berdua hanya diberi usia hingga hari itu saja, dan
bersamaan berpulang ke sisi Nya.
![]() |
| korban evakuasi KMP |
Jika nyawa saja diberikan Ibu pada anaknya, lantas kenapa masih ada
yang berani membentak Ibu bahkan berseteru? Sungguh seharusnya,
bersyukurlah masih diberi kesempatan untuk membahagiakannya,
menyenangkan pintu surga bagi anak-anaknya itu.
Ibu tidak ingin dibelikan barang-barang mahal, kita menjadi anak
berbakti dan tidak bermasalah itu sudah lebih dari cukup. Orangtua yang
membiayai pendidikan kita, mereka rela bekerja siang malam untuk
membayar biaya kosmu, buku-buku kuliahmu. Tidak ada keluhan sedikitpun
saat kamu pulang dan meminta uang saku bulanan, meski setelah kamu
kembali ke perantauan, mereka harus berhemat sekeras-kerasnya.
![]() |
| anak memeluk ibu |
Ayah dan Ibumu tidak akan menceritakan hal itu kepadamu, karena mereka
tidak ingin kamu merasa berutang budi pada mereka. Pun saat kamu sakit,
dalam doanya Ibu selalu meminta pada Tuhan agar diangkat semua rasa
sakitmu, atau jika boleh, biar Ibu saja yang menggantikannya.
Terima kasih Ya Allah. Engkau telah menurunkan kasih terbesarMu, kasih yang diwakilkan oleh seorang Ibu, Maafkan aku ibu atas tetesan air matamu yang telah membasahi wajahmu dikarenakan sikapku yang terkadang mebuatmu kecewa.



No comments:
Post a Comment